Jumat, 03 Juli 2015

Review / Kajian Jurnal



Link JurnalAnalisa Motivasi Perusahaan Melakukan Audit Lingkungan
Studi Kasus Pada empat Perusahaan Sektor Tambang di Indonesia



Audit Lingkungan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untk mengelola kewajiban lingkungan dan meminimalkan kerugian akibat pengelolaan lingkungan di masa depan. Obyek Audit Lingkungan yang di ambil dari PT. Newmont Nusa Tenggara, PT. Adaro, PT. Harum Energy, PT. Internasional Nickel Indonesia.
Audit Lingkungan yang dibahas meliputi :

  • Program Penilaian Peringkat Kinera Perusahaan (PROPER)
Ketaatan terhadap peraturan pengendalian pencemaran udara, pengeolaan limbah B3, AMDAL serta pengendalian pencemaran laut.
  • Sistem Manajemen Lingkungan dengan produknya ISO 14001
Merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha
  • Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Standar Internasional tentang sistem manajemen lingkngan yang sangat penting untuk diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh sector industry. 
  • .Penghargaan Aditama
Motivasi perusahaan melakukan audit lingkungan adalah
Motivasi Ekonomi
Motivasi Hukum
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Hampir 70 % kerusakan lingkungan disebabkan oleh perusahaan tambang. Di Indonesia, sudah ada empat perusahaan sector pertambangan diduga mencemari sejumlah sungai di wilayah perusahaan beroperasi, terjadi pendangkalan hingga kerusakan hulu sungai.  Empat perusahaan itu adalah :

  1. PT. Adaro Indonesia yang mencemari sungai Balangan, Kalimantan Selatan dengan kasus meluapnya kolam penampungan sedimentasi.
  2. PT. Arutmin Indonesia yang mencemari sungai Salajuan, Klaimantan Selatan dengan kasus membuat air menjadi hitam.
  3. PT. Freeport Indonesiaa yang mencemari sungai Akjwa Papua dengan adanya tailing.
  4. PT. kideco Jaya Agung yang mencemari sngai Biu dan sungai Samurangan Kalimantan Timur menyebabkan terjadinya pendangkalan dan keruh.
Pemberitaan negative dapat merugikan persahaan karena image perusahaan menjadi buruk.
Penelitian dilakukan untuk mengisi research gap yaitu untuk melihat secara spesifik motivasi perusahaan sector tambang di Indonesia yang merupakan penyumbang terbesar dalam kerusakan lingkungan dalam melakukan Audit Lingkungan.




Penelitian memberikan fakta bahwa tidak semua perusahaan tambang khususnya pada empat obyek penelitian melakukan Audit Lingkungan. Motif tersebut adalah Motif Ekonomi dan Motif Tanggung Jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar